“Seperti sering saya katakan, ilmu penilaian itu ilmu wajib yang sering diabaikan di LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan). Seorang guru—kalau setia pada profesinya sejak lulus sarjana hingga memasuki usia pensiun—akan mengemban amanah untuk menilai hasil belajar murid-muridnya selama sekitar 30 tahun. Akan tetapi, pembekalannya hanya 2 atau 3 SKS. Itu pun cenderung bekal teoretis tanpa verifikasi keterampilan praktis.”
2 Jun 2025
31 Mei 2025
Sabar dan Legawa
![]() |
| Para pendaki jalan kesabaran dan kelegawaan |
“Menulis sebagai Terapi,” jawab saya spontan ketika ditanya tajuk acaranya.
Tak disangka, ternyata jawaban sekenanya itu dipakai sebagai judul klip video dokumentasi kegiatan Sekolah. Ya, pada Sabtu, 22 Maret 2025, saya menggelar jagongan bersama sepuluh orang penulis. Apa pun derajat kepenulisan yang sudah mereka capai, mereka layak untuk saya sebut penulis. Nyatanya, hampir semuanya menelurkan satu keping tulisan setiap pekan.
19 Mei 2025
Langganan:
Postingan (Atom)
Populer
-
Opening speech dalam empat bahasa. Urut dari kanan: Elora (Indonesia), Fatih (Inggris), Qaleed (Jawa), dan Nadia (Arab). Empat anak—dua put...
-
Patung sepasang dewa-dewi di tengah-tengah kolam ikan (Sumber foto: Anggara Wikan Prasetya/travel.kompas.com) “Pyenengan daleme Sumur, Bu ...
-
Tulisan ini disadur dari 11 Principles of Effective Character Education ( Character Education Partnership, 2010) Apa pendidikan karakter i...
-
Matahari berpamitan kepada para pengunjung Pantai Srau 3 Nostalgia di Srau. Itu tawaran yang pertama saya lontarkan kepada teman-teman SKSD...
-
Kori adalah sebutan untuk sebuah bukit (atau perbukitan?) di Dusun Randubang, Desa Pare, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Dari jalan ...


