Saturday, October 26, 2013

Gadget

“BOCAH PINUJU SADHAR”
dalam Lancaran GUGUR GUNUNG Pelog Barang

1
Assalamu `alaikum, para lenggah kakung putri
Pripun, pripun kabaripun? Mugi pinanggih basuki
Sakecakna lenggah nglaras karawitan Jawi
Sinambi jagongan sumangga nglelipur ati
Bonang, slenthem, saron, demung, ... sesautan muni
Kendhang, kenong, gong, kempul ditabuh gilir gumanti
Penyanyine rombongan ... nganti sesak panggunge
Sing ngrawit lan sing nembang kelas nem A pancen oke

Kerja Hati

Saya punya seorang menantu keponakan ipar. Lumayan sulit, bukan, untuk memahami frasa ini? Ya, mencari frasa yang pas untuk mewakili maksudnya, bahkan, tak lebih mudah. Jelasnya begini. Saya punya istri; istri saya punya kakak; jadi, beliau kakak ipar saya, bukan? Nah, kakak ipar itu punya anak; dia punya suami; jadi, kakak ipar saya punya menantu, bukan? Lha, orang yang saya maksud adalah suami anak kakak ipar saya itu. Apa sebutan yang pas untuk dia bagi saya?

Oke. Apa pun sebutannya, bukan dia subjek tulisan ini.

Pada suatu hari (khas gaya penuturan cerita orang Jawa) dia mencermati mata anak saya—tepatnya, anak kami. Sejurus kemudian dia bertanya, “Kamu suka marah, ya, Om?” Yang ditanya hanya tersenyum siput. Keruan saja saya terbelalak. Anak saya sebenarnya tidak pernah marah-marah, dalam arti meluapkan amarah. Namun, sejatinya ia memang sering menahan amarah alias mendongkol.

Look Up

Part 2 So look up from your phone, shut down the display Take in your surroundings, make the most of today Just one real connectio...