Langsung ke konten utama

Anak-Ibu-Ayah Berbagi Impian

Apakah Anda punya impian tentang putra/putri Anda?
Apakah Anda berani mengukur tingkat kerealistisan impian Anda?
Jika Anda menjawab "ya", mintalah putra/putri Anda untuk mengisi rapor Anda seperti form A berikut.
Sementara, Anda sendiri mengisi daftar impian Anda seperti form B berikut.
(Pernyataan-pernyataan di dalam form A dan B sekadar contoh; bisa diubah sesuai dengan keperluan. Yang harus diperhatikan, pernyataan di dalam form A mesti linier dengan pernyataan di dalam form B yang bernomor sama.)
Lalu tukarkan daftar impian Anda dengan rapor Anda. Diskusikan berdua saja dengan ananda. 
Jika skor impian Anda sama dengan skor rapor Anda pada nomor yang sama, berarti impian Anda pada nomor tersebut cukup realistis. Sebaliknya, jika skor impian dan rapor pada nomor yang sama terpaut jauh, berarti impian Anda tidak realistis. Ringkasnya, makin kecil selisih kedua skor berarti impian Anda makin realistis; makin jauh selisihnya berarti makin ngelantur Anda mengigau.
***
Metode ini pernah disimulasikan secara kolosal di sekolah kami. Hasilnya, mendapat respons luar biasa dari orang tua murid.
***


Form A
RAHASIA
UNTUK IBU/AYAH*)                                                                   DIISI OLEH ANAK
NAMA ANAK: _________________________________

A.  IBU/AYAHku dalam Pandanganku
·  Lengkapilah dengan kata selalu, sering, kadang-kadang, jarang, atau tidak pernah agar pernyataan-pernyataan berikut sesuai dengan kebiasaan IBU/AYAHmu menurut yang kauketahui.
·  Nyatakan kata-kata itu dalam angka: (selalu = 4; sering = 3; kadang-kadang = 2; jarang = 1; tidak pernah = 0).
1.  IBU/AYAHku (. . .) menjadi teladan bagi keluargaku dalam menjalankan salat fardu (5 waktu).
2.  Jika sedang bepergian (dalam perjalanan), IBU/AYAHku (. . .) memperhatikan jadwal salat fardu.
3.  IBU/AYAHku (. . .) tampak gelisah jika terpaksa menunda salat fardu.
4.  IBU/AYAHku (. . .) gemar membaca/mendengarkan ayat-ayat Al-Quran.
5.  IBU/AYAHku (. . .) tampak kecewa bila melewatkan hari tanpa membaca/mendengarkan Al-Quran.
6.  IBU/AYAHku (. . .) menyebut Nama Allah ketika sedang mendapat kemudahan/kesenangan.
7.  IBU/AYAHku (. . .) menyebut Nama Allah ketika sedang mengalami kesulitan/kesedihan.
8.  Setiap hari IBU/AYAHku (. . .) memantau hasil belajarku di sekolah.
9.  IBU/AYAHku (. . .) memberikan pujian bila hasil belajarku memuaskan.
10.   IBU/AYAHku (. . .) menghiburku bila hasil belajarku kurang baik.
11.   Setiap hari IBU/AYAHku (. . .) memantau kegiatan belajarku di rumah.
12.   IBU/AYAHku (. . .) berusaha membantu aku bila mengalami kesulitan belajar.
13.   IBU/AYAHku (. . .) menjaga suasana rumah agar nyaman untuk belajar.
14.   Ketika baru bertemu/berkumpul (misal: pulang kerja/bepergian), IBU/AYAHku (. . .) menyempatkan berbincang dengan aku.
15.   IBU/AYAHku (. . .) menjadi “teman curhat” yang nyaman.

B.  IBU/AYAHku yang Kudambakan
16.   Kebiasaan IBU/AYAHku yang aku tidak suka:
a.  .....................................................................................................................
b. ......................................................................................................................
17.   Sifat IBU/AYAHku yang membuat aku bangga:
a.  .....................................................................................................................
b. .......................................................................................................................
c.  .....................................................................................................................
18.   Tiga (3) kata pas untuk IBU/AYAHku:
...........................................................................................................................
                                                                      ......................, .................................
                                                                        Salam .................................. ananda,

           
                                                                        .........................................................
*) Setiap mendapati IBU/AYAHku, coret yang tidak sesuai dengan pihak yang dituju.


*****

 Form B
RAHASIA
UNTUK ANANDA                                                           DIISI OLEH IBU/AYAH*)
NAMA ANAK: _________________________________

A.  ANANDA dalam Dambaan Ibu/Ayah
·  Pernyataan-pernyataan berikut berisi HARAPAN terhadap ANANDA.
·  Berilah SKOR DERAJAT KEPENTINGAN HARAPAN tersebut menurut pandangan Ibu/Bapak.
·  Pedoman skor: 4 = mutlak; 3 = penting; 2 = wajar; 1 = kurang penting; 0 = tidak perlu.
No.
Ibu/Ayah mendambakan ANANDA ....
Skor
1.
taat menjalankan salat fardu (5 waktu sehari-semalam)

2.
tidak kehilangan salat fardu gara-gara sibuk dengan kegiatan lain

3.
segera mengerjakan salat fardu ketika sudah tiba waktunya

4.
menjadikan Al-Quran sebagai bacaan utama/favorit

5.
mengatur dan mematuhi jadwal membaca Al-Quran harian

6.
rendah hati dan sederhana dalam menyikapi kelebihan yang ada pada diri/keluarganya

7.
sabar dan percaya diri atas setiap kekurangan yang ada pada diri/keluarganya

8.
melaporkan kepada orang tua setiap perkembangan hasil belajarnya di sekolah

9.
makin bergairah belajar ketika mendapatkan nilai/hasil belajar yang memuaskan

10.
berani menunjukkan nilai/hasil belajarnya yang kurang memuaskan

11.
mengatur sendiri jadwal belajarnya di rumah

12.
mau bertanya kepada orang tua jika menemukan kesulitan dalam belajar

13.
mematuhi jadwal belajarnya sendiri tanpa menghiraukan gangguan/pengaruh dari luar

14.
bergairah untuk segera berbagi cerita kepada orang tua tentang pengalaman barunya

15.
terbuka dan melibatkan orang tua dalam mengambil keputusan menyangkut dirinya


B.  ANANDA yang Ibu/Ayah Lihat
16.   Ibu/Ayah melihat dan menerima kelemahan/kekurangan ANANDA berikut:
a.  ....................................................................................................................
b. .....................................................................................................................
17.   Ibu/Ayah mengakui dan mengagumi kelebihan/keunggulan ANANDA berikut:
a.  ....................................................................................................................
b. .....................................................................................................................
c.  ....................................................................................................................
18.   Tiga (3) kata pas untuk ANANDA:
.........................................................................................................................
                                                                        ...................., ...................................
                                                                        Salam ............................... Ibu/Ayah,

                                                                                                                                                                                                                                                                      .........................................................
*) Setiap menjumpai IBU/AYAH, coret yang tidak sesuai dengan pihak yang mengisi.

*****


Komentar

Postingan populer dari blog ini

11 Prinsip Pendidikan Karakter yang Efektif (Bagian 1)

(disadur dari Character Education Partnership, 2010: 11 Principles of Effective Character Education)
·Apa pendidikan karakter itu? Pendidikan karakter adalah usaha sadar untuk mengembangkan nilai-nilai budi dan pekerti luhur pada kaum muda. Pendidikan karakter akan efektif jika melibatkan segenap pemangku kepentingan  sekolah serta merasuki iklim dan kurikulum sekolah. Cakupan pendidikan karakter meliputi konsep yang luas seperti pembentukan budaya sekolah, pendidikan moral, pembentukan komunitas sekolah yang adil dan peduli, pembelajaran kepekaan sosial-emosi, pemberdayaan kaum muda, pendidikan kewarganegaraan, dan pengabdian. Semua pendekatan ini memacu perkembangan intelektual, emosi, sosial, dan etik serta menggalang komitmen membantu kaum muda untuk menjadi warga negara yang bertanggung jawab, tanggap, dan bersumbangsih. Pendidikan karakter bertujuan untuk membantu kaum muda mengembangkan nilai-nilai budi luhur manusia seperti keadilan, ketekunan, kasih sayang, hormat-menghormati…

Berguru kepada Abang Becak

Teman yang satu ini sungguh beruntung. Ia punya seorang ayah. Satu-satunya ayah yang dimilikinya itu bekerja sebagai pengemudi becak. Beliau dan teman-teman seprofesi boleh iri. Pengemudi kapal terbang ada namanya: pilot. Pengemudi kapal laut punya sebutan khusus: nakhoda. Pengemudi kereta api punya julukan: masinis (sekalipun berkelamin perempuan, ia tidak dijuluki mbaksinis). Pengemudi mobil – segala jenis mobil – disebut sopir. Pengemudi dokar, andong, atau delman punya nama: kusir atau sais. Lha pengemudi becak? Belum dibuatkan julukan khusus untuk mereka. Di Betawi, pengemudi sepeda beroda tiga (bila mirip merk produk tertentu, anggap saja itu bukan ketaksengajaan [?]) itu dipanggil “abang becak” (bila ia seorang perempuan, pasti panggilannya berubah). Di daerah-daerah lain, mereka lazim menerima sebutan “tukang becak” atau “penarik becak”. Yang terakhir ini kacau lagi. Pengemudi becak kan duduk di belakang kabin penumpang? Masa, menarik dari belakang ke depan??? Namun, bukan kela…

Wong Legan Golek Momongan

Judul ini pernah saya pakai untuk “menjuduli” tulisan liar di “kantor” sebuah organisasi dakwah di kalangan anak-anak muda, sekitar 20 tahun silam. Tulisan tersebut saya maksudkan untuk menggugah teman-teman yang mulai menunjukkan gejala aras-arasen dalam menggerakkan roda dakwah.
Adam a.s. Ya, siapa tidak kenal nama utusan Allah yang pertama itu? Siapa yang tidak tahu bahwa beliau mulanya adalah makhluk penghuni surga? Dan siapa yang tidak yakin bahwa surga adalah tempat tinggal yang mahaenak? Tapi kenapa kemudian beliau nekat melanggar pepali hanya untuk mencicipi kerasnya perjuangan hidup di dunia?
Orang berkarakter selalu yakin bahwa sukses dan prestasi tidak diukur dengan apa yang didapat, melainkan dari apa yang telah dilakukan. Serta merta mendapat surga itu memang enak. Namun, mendapat surga tanpa jerih payah adalah raihan yang membuat peraihnya tidak layak berjalan dengan kepala tegak di depan para kompetitornya. Betapa gemuruh dan riuh tepuk tangan dan sorak kemenangan iblis …